Minggu, 12 Juni 2016

PUNCAK KEHIDUPAN

"PUNCAK KEHIDUPAN"


Kehidupan tidak menuntut untuk selalu sampai ke puncak. Kehidupan hanya meminta kita melakukan yg terbaik, yang dapat dilakukan pada setiap tahap pengalaman.
Kehidupan memberi kesempatan setiap hari untuk mengembangkan segenap kemampuan & potensi yg dimiliki hingga ke puncak. Keberhasilan adalah meraih bagian tertinggi yg ada dalam diri.

Dimanakah bagian tertinggi itu ? Ketika memberi yang terbaik, yang dimiliki disitulah bagian tertinggi, disitulah keberhasilan !

Kita tidak perlu membandingkan pencapaian dengan orang lain, sebab setiap orang memiliki bagian tertinggi yang berbeda. Bagian tertinggi yang dimiliki boleh jadi adalah bagian terendah orang lain,
Namun tolak ukur keberhasilan ada dalam diri masing-masing yaitu apakah telah memberikan yang terbaik yang dimiliki ! Bagian terbaik yang diberikan adalah bagian terindah yang akan menjadi Kebahagiaan & Kemuliaan hidup !

Orang yang telah memberikan yg terbaik untuk kebahagiaan orang banyak akan menikmati kedamaian & sukacita. Kita tidak perlu bersusah hati dengan penilaian orang tetapi bersusah hatilah karena tidak pernah berupaya memberi yang terbaik yang dapat dilakukan.


~~~~~~~~Tuhan Yesus memberkati~~~~~~~~

Sabtu, 04 Juni 2016

KEJAHATANKU MEMBAWAKU KE NUSAKAMBANGAN

"KEJAHATANKU MEMBAWAKU KE NUSAKAMBANGAN”
Oleh:  Andre Bangun

Nama saya Andre Bangun. Saya tumbuh di dalam keluarga yang berantakan. Orang tua saya bercerai dan mereka pun membuang saya. Sejak usia masih sangat muda, saya hidup di panti asuhan. Jika beberapa orang menganggap enak dan nyaman tinggal di panti asuhan, tetapi itu tidak berlaku bagi saya. Pasalnya, selama di sana saya sering di-bully oleh para kakak senior.
Karena ketika kejadian saya di-bully saya masih kecil, saya pun bingung bagaimana  membalasnya. Namun, di hati saya sudah terlecut sebuah keinginan jika nanti saya sudah besar, saya akan membalaskan dendam membara saya dan membuktikan kepada mereka siapa saya sebenarnya.

Waktu bergulir, saya pun beranjak menjadi remaja yang nakal. Tidak ada satu pun yang saya takuti. Jika ada orang mencari masalah dengan saya maka darah adalah tanggungannya. Suatu hari karena aksi penusukan yang saya buat kepada lawan saya, saya dikeluarkan dari sekolah dan diusir dari panti asuhan. Bukannya sedih, saya justru senang karena saya dapat hijrah ke Jakarta.
Setiba di Ibukota saya dan teman SMA saya sudah langsung menyaksikan berbagai kejahatan yang terjadi mulai dari penodongan sampai dengan perampasan. Di dalam pikiran saya betapa mudah mendapatkan uang di Jakarta. Akhirnya, tanpa perlu waktu lama, saya dan teman nekat menjadi pencopet.

Sekali lolos, dua kali lolos, aksi kriminal saya diketahui oleh pihak berwajib. Karena kejahatan yang saya buat, saya pun ditahan dan dimasukan ke dalam penjara selama 6 bulan. Selama berada di hotel prodeo, saya jadi suruhan tahanan-tahanan senior. Bukan hanya diperintah ini dan itu, saya bahkan diminta untuk menjadi provokator keributan di penjara.

Setengah tahun berlalu, saya menghirup udara bebas. Hanya waktu saya di luar penjara tidaklah lama. Sebab karena kejahatan yang saya buat saya kembali masuk ke dalam penjara. Hal itu terus berulang sampai keputusan hakim mengantarkan saya ke Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, Cilacap. Selama berada di Nusakambangan, hati saya mulai gelisah. Gelisah bukan karena mendapat perlakuan buruk dari sipir, tetapi gelisah melihat kehidupan saya yang keluar masuk penjara/Lapas. Pergumulan batin selama setengah tahun di Lapas Nusakambangan membawa saya kepada satu keputusan bahwa kehidupan saya di penjara ini adalah kehidupan saya yang terakhir.

Ketika masa tahanan telah selesai saya lewati, saya pun mendatangi sebuah acara ibadah rohani. Di sanalah saya berkenalan dengan seseorang yang pada akhirnya memperkenalkan saya dengan pengelola tempat pemulihan bagi para tahanan dan orang-orang terbuang seperti saya.

Hari demi hari yang saya lalui di dalam tempat pemulihan itu membawa saya kepada pengenalan akan Isa Almasih lebih lagi. Di sanalah juga hidup saya dipulihkan dan benar-benar merasakan kasih-Nya sampai sekarang. Atas semua hal yang saya terima ini, sungguh saya bersyukur kepada Isa Almasih.


ANAK BUAH MATI MISTERIUS PREMAN PASAR BERTOBAT

“ANAK BUAH MATI MISTERIUS PREMAN PASAR BERTOBAT”
Oleh: Saeful


Lahir di keluarga yang berantakan sudah saya alami sejak kecil. Nama saya Saeful dan saya keturunan suku sunda. Ayah dan ibu saya sudah lama berpisah, ketika anak-anaknya masih kecil. Saya dibesarkan oleh ibu saya. Ibu adalah orang yang sangat pekerja keras. Oleh karena itulah, di tidak pernah ada waktu untuk saya. Kasih seorang ibu tidak pernah saya dapatkan saat itu. Dibesarkan tanpa kasih orang tua membuat saya menjadi orang yang tidak mempunyai tujuan hidup. 

Saya sering menghabiskan waktu di pasar Ciroyom. Bahkan, banyak preman yang sering memalaki saya. Ketika itu saya tidak bisa berbuat apa-apa, karena memang saya tidak berani melawan mereka. Suatu kali, ada seorang preman yang suka memalaki saya dapat ke rumah saya. Kami pun sama-sama kaget, karena ternyata dunia sangat sempit. Karena preman tersebut takut dengan ibu saya, maka dia pun takut kepada saya. Akhirnya kami pun menjadi teman. Preman tersebut bernama Tedi. 

Saya melihat begitu mudahnya menjadi preman. Cara untuk mendapatkan uang sangat mudah. Lalu saya memutuskan untuk menjadi kepala preman. Sebelumnya saya pergi ke dukun / paranormal untuk mendapat ilmu kebal. Selama menjadi preman saya suka sekali menjual barang - barang dagangan dengan harga yang sangat mahal. Para pembeli pun takut dengan saya, sehingga mereka pun membeli barang-barang dagangan saya. Saya juga berkelahi dengan preman pasar senior yang ada di pasar Ciroyom. Tanpa ada rasa takut, saya melawan mereka. Bahkan, saya ketika ditusuk dengan sebuah senjata tajam, saya tidak berdarah sama sekali. 

Tidak hanya itu saja, saya juga suka memalaki mereka, bahkan jika mereka tidak bisa memberikan apa yang saya mau, saya tidak segan-segan untuk membacok mereka. Hal ini tentunya saya lakukan tanpa ada rasa hati nurani lagi. Suatu kali saya mendapat kabar bahwa anak buah saya yaitu Tedi meninggal dunia. Ketika itu saya sangat sedih dan heran padahal baru bertemu dengan dia. Hal demikian pun terus terjadi, anak buah saya banyak mati secara misterius. 

Karena merasa dikejar dengan ketakutan, akhirnya saya pergi menemui ayah saya. Sekaligus bersilaturahmi, saya berkunjung ke rumahnya. Selama bertemu dengannya, ayah banyak menceritakan mengenai Isa Almasih. Bahkan, dia memberikan sebuah Alkitab untuk saya. Sepulangnya, saya memutuskan untuk tidak menjadi preman. Namun, setelah ikut Tuhan saya merasakan mencari uang itu sangat sulit. Saya tidak bisa membeli apapun yang saya mau. 

Ada hasrat untuk kembali menjadi preman, namun akhirnya saya memutuskan untuk benar-benar bertobat. Saya menerima Yesus sebagai juru selamat hidup saya. Dia mengubahkan hidup saya. Sekarang saya hidup melayani Tuhan dalam bidang seni, yaitu lagu-lagu pujian dalam bahasa sunda. Saya juga bermain gamelan.Saya persembahkan seluruh talenta saya kepada Tuhan.  


Kini hidup saya benar-benar sepenuhnya milik Kristus. Dia hidup di dalam saya dan saya hidup di dalam Dia. PerbuatanNya dan rancanganNya begitu luar biasa. 

JARAK TERPENDEK ANTARA MASALAH DAN SOLUSI



JARAK TERPENDEK ANTARA MASALAH DAN SOLUSI

*K. Tatik Wardayati


Intisari-Online.com, - Seseorang sedang mengemudikan sebuah mobil “model T” Ford melalui desa terpencil di Amerika Serikat. Ia berhenti untuk membeli minuman di sebuah restoran pinggir jalan. Kemudian ia mencoba untuk menyalakan mesin mobil, tapi gagal. Ia mencoba lagi, tapi tidak bisa mengidentifikasi masalah atau mengatasinya.
Saat itu ia merasa khawatir dan merasa terdampar di suatu tempat yang aneh. Tiba-tiba mobil sejenis lain datang ke tempat itu dan berhenti di dekat mobilnya. Seorang pria turun dari mobil dan tersenyum lembut, bertanya pada pria itu tentang masalahnya.
Mendengar bahwa mobil itu tidak mau menyala mesinnya, orang asing itu berkata kepada pria itu, “Biarkan saya mencoba. Saya punya beberapa pengalaman dalam menangani model ini.”
Orang asing itu memeriksa mobil, membuat beberapa penyesuaian cepat dan menyalakan mesin mobil. Mobil itu pun menderu-deru. Pria itu mengucapkan terima kasih kepada penolongnya dan memuji keterampilannya. Lalu ia bertanya siapa nama orang asing itu.
Orang asing itu mengatakan pada pria itu, “Nama saya Henry Ford. Saya kenal dengan setiap bagian dari mobil ini karena saya terkait erat dengan setiap tahap desain, pengembangan, dan pembuatannya.” Pria itu terkejut mengetahui bahwa orang asing itu adalah Henry Ford, yang mendirikan Ford Motor Company pada tahun 1903.
Henry Ford (1863 – 1947), setelah percobaan inovatif dan ekstensif, telah mengembangkan mobil Model T pada tahun 1908 sebagai mobil sederhana, handal, dan terjangkau yang dalam jangkauan ekonomi Amerika rata-rata. Dengan mengembangkan konsep “jalur perakitan” dalam pembuatan mobil, Ford dapat meningkatkan efisiensi pembuatan dan menurunkan biaya produksi. Ia menurunkan harga mobil dan merevolusi pembuatan dan penggunaan mobil di Amerika Serikat.
Dalam perjalanan hidup, kita mungkin menghadapi berbagai masalah yang berkaitan dengan aspek yang berbeda dari kehidupan kita seperti kesehatan, pendidikan, pekerjaan, hubungan, keluarga, dan keuangan. Kita sering membuat ketegangan, kecemasan, dan rasa khawatir yang tidak perlu, ketika kita mencoba untuk memecahkan masalah kita sendiri. Seperti desainer mobil, dalam kisah di atas, kita memiliki pencipta yang ahli, yang tahu segala sesuatu tentang kita dan hidup kita, kelemahan, dan kemampuan kita sehingga mampu memecahkan masalah yang berkaitan dengan ke hidupan kita.

Mari kita memiliki kerendahan hati untuk menyerahkan diri kepada Tuhan yang Mahakuasa. Ia adalah Tuhan yang penuh kasih yang memiliki rencana pasti untuk kesejahteraan kita masing-masing.Dikatakan bahwa jarak terpendek antara masalah dan solusinya adalah jarak antara lutut dan lantai. Orang yang berlutut pada Tuhan bisa menghadapi masalah dengan keyakinan. Ketika doa kita naik, maka berkat pun turun. Doa harus menjadi “setir” dan bukan “roda cadangan” di kendaraan kehidupan kita.



PENYIMPANGAN SEKSUAL MAKIN MENCENGKERAM

PENYIMPANGAN SEKSUAL MAKIN MENCENGKERAM
Pdt. Emr. Messakh Jack Karmany, S.Th




BEBERAPA TAHUN LALU, saya mengutarakan fenomena darurat kekerasan sexual, human trafficking (perdagangan manusia), dan merosotnya kualitas lingkungan hidup, banyak orang tidak merasa resah dan ‘pusing’ seperti hari ini. Khusus masalah seksualitas kini semakin heboh, karena media massa atau media sosial sudah menyajikkan bisnis seks ON LINE, film porno, kaset video, acara-acara TV, buku-buku, majalah maupun surat-surat kabar, media yang saat ini bukan saja terbatas dalam jangkauan orang dewasa, tetapi dengan mudah sudah bisa dilihat oleh anak-anak kecil. Arus informasi seksualitas melalui media massa lebih didominasi oleh pandangan seksualitas yang kacau dan bebas, sedang dikalangan gereja hal ini kurang dibicarakan secara terus terang, lebih-lebih dikalangan gereja yang berlatar belakang Injili, soal ini memang sering malah ditutupi dan dianggap tabu untuk dibicarakan. Gereja terus menganggap tabu untuk dibicarakan? Tidak!, Gereja harus berterus terang –walau hati-hati--- membicarakan tentang hal ini.

I. APA KATA ALKITAB TENTANG SEXUALITAS? 
Dalam kitab Kejadian kita melihat bahwa masalah seksualitas manusia itu berkaitan erat dengan penciptaan Adam dan Hawa. Diciptakannya perbedaan jenis ini merupakan anugerah Allah yang diberikan kepada manusia sesuai dengan tugasnya dalam menjalankan misi hidup manusia di dunia ini. Adanya dua jenis kelamin dan sifat-sifat perkelaminan (seksualitas) bukanlah akibat dari dosa seperti yang dipandang oleh faham-faham tertentu, tetapi seksualitas adalah bagian dari proses penciptaan Allah yang pada dasarnya baik adanya!

Memang kejatuhan manusia dalam dosa telah menyimpangkan maksud-maksud yang baik itu dan menjerumuskan manusia pada maksud-maksud yang tidak baik, maka tugas kita adalah mengembalikan penyimpangan seksualitas itu pada hakekat seksualitas yang benar. Maksud terakhir Tuhan menciptakan manusia dalam dua jenis adalah agar manusia menggunakan seksualitas itu untuk "berkembang biak" (Kejadian 1:28), yaitu untuk "menghasilkan anak/keturunan" (prokreasi).

Jelas bahwa menurut firman Tuhan, seksualitas tidak bisa dilepaskan dari perpaduan Pria dan Wanita yang dijodohkan Allah. Memang kenyataannya, sejak kejatuhan manusia dalam dosa yang akibatnya digambarkan dalam Alkitab sebagai perubahan anatomi seksual pada wanita dengan pengalaman sakit dalam proses kelahiran bayi, timbulnya birahi dikalangan wanita dan adanya dominasi pria terhadap wanita (male chauvinist), maka kita melihat terjadinya penyimpangan-penyimpangan yang makin menjauh dari maksud Allah menciptakan seksualitas itu!

II. BEBERAPA PENYIMPANGAN SEXUAL MASA KINI.
Dengan merujuk pada paparan Abnormalitas Seksual  oleh  Ir. Herlianto, MTh saya menyebutkan beberapa penyimpangan sexual berikut:



Pornografi dimaksudkan untuk menyebutkan hal-hal yang bersifat cabul, yaitu hal-hal yang secara etis dianggap tidak patut untuk didengar atau dilihat (pornea = najis). Pornografi memang dikaitkan dengan khususnya seksualitas, yaitu pengungkapan sesuatu (biasanya ketelanjangan) yang dapat merangsang nafsu birahi bagi yang melihat atau mendengarnya.

Pornografi ini dapat bersifat lunak (soft porn) yaitu misalnya hanya menunjukkan atau mengungkapkan gambaran atas foto sebagian tubuh manusia yang terbuka atau telanjang, tetapi dapat juga bersifat keras (hard porn) yang mengungkapkan secara terang-terangan hubungan seksual, bahkan lebih lagi pengungkapan adegan seksual yang aneh atau abnormal (homoseks, sadisme). Pornografi saat ini makin meluas tanpa terbendung lagi lewat media massa baik tertulis, melalui foto-foto kalender maupun majalah-majalah, dan lebih efektif lagi secara hidup ditonjolkan melalui media film, video dan acara TV umum. Di negara-negara maju atau modern sudah banyak dibuka di toko-toko yang memperagakan dan menjual barang-barang cabul secara terbuka (seks shop) bahkan mempertunjukkan hubungan seksual secara hidup (life Show)!

Sudah tidak dapat disangkal lagi bahwa pornografi yang merangsang nafsu birahi itu merusak hakekat seksualitas yang dimaksudkan Tuhan, sebab perangsangan nafsu itu bukan cuma tidak berkaitan dengan hubungan seksualitas tetapi juga tidak dikaitkan dengan hakekat manusia sebagai pribadi dan sebagai gambar Allah yang berhubungan kasih dengan jodoh yang telah dikaruniakan. Rangsangan pornografi yang membakar hawa nafsu itu bukan saja merusak pikiran dan perasaan yang terkena, tetapi juga mendorong seseorang untuk terjerumus kedalam dosa-dosa lainnya seperti masturbasi, perzinahan, pelacuran, perkosaan dan penyimpangan-penyimpangan seksual lainnya.

Menghadapi invasi pornografi yang makin hebat dewasa ini umat Kristen jangan hanya bersikap defensif/bertahan dalam arti kata hanya menghindari pengaruh pornografi itu, tetapi harus secara aktif melakukan ofensi dengan ikut serta dalam usaha-usaha pemerintah dalam pemberantasan literatur porno maupun kaset video porno, dengan demikian kita dapat ikut secara aktif pula memelihara moralitas masyarakat khususnya umat Tuhan dengan generasi mudanya.

2. MASTURBASI


Yang dimaksudkan dengan Masturbasi adalah perbuatan yang berusaha menyalurkan hasrat seksual dan mencapai kenikmatan seksual di luar hubungan seksual yang wajar, yaitu merangsang alat kelamin sendiri.Lebih luas dari pengaruh pornografi, Masturbasi dilakukan oleh banyak orang dan lebih bersifat perilaku umum, setidaknya oleh mereka yang mengalami kematangan seksual dan dorongan nafsu khususnya dikalangan pria yang lebih mudah terangsang daripada wanita. Pornografi banyak berpengaruh dalam kehidupan muda-mudi yang belum menikah, karena itu memerangi kebiasaan masturbasi harus dilakukan sejalan dengan usaha memerangi pornografi karena saling berkaitan.Orang yang menganggur dan pelamun akan lebih mudah terpengaruh kebiasaan buruk ini, karena itu meningkatkan kesibukan baik berupa olah raga dan menyibukkan diri akan sangat mengurangi kebiasaan yang buruk ini.

Kecaman bahwa perbuatan ini sebagai dosa terkutuk yang mengakibatkan kegilaan tidaklah bijaksana, karena kebiasaan ini biasanya terjadi karena proses rangsangan yang panjang, karena itu doa mohon kekuatan dari Tuhan untuk menumbuhkan kekuatan rohani dari dalam dan usaha menghindarkan pengaruh rangsangan pornografi serta keterlibatan dalam aktivitas yang sehat akan sangat membantu seseorang mengatasi kebiasaan buruk itu.

3. PERZINAHAN


Penyimpangan seks banyak terjadi dalam bentuk perzinahan (bisa juga termasuk Perselingkuhan), yaitu melakukan hubungan seksual dengan pasangan di luar pernikahan yang sah. Sudah jelas pula bahwa hubungan demikian adalah hubungan yang utuh, sebab dalam perzinahan, seseorang telah merusakkan hubungan yang wajar yang sesuai dengan maksud Tuhan dan menjadikan nafsu dan hati mendua sebagai berhalanya.

Perzinahan merusakkan hubungan partnership antara suami dan isteri dan menggantikannya dengan hubungan gelap, karena itu dalam Alkitab, perzinahan dan poligami disebut sebagai penyembahan berhala. Di samping tiadanya hubungan partnership yang saling mengasihi secara utuh dalam perzinahan dan lebih tertuju pada nafsu birahi dan hati yang bercabang, umumnya hubungan di luar hukum demikian yang dilakukan secara gelap dan sembunyi-sembunyi berusaha selalu menghilangkan jejak dengan cara melakukan pembunuhan janin (abortus) bila misalnya hubungan itu menghasilkan kehamilan, dan bila hubungan zinah itu dibiarkan berlarut-larut dan tidak diselesaikan dengan segera dan tuntas, hal ini akan mengakibatkan pecah dan retaknya hubungan keluarga yang sah atau menjurus pada permaduan yang dalam Alkitabpun sudah banyak contoh menunjukkan akibat-akibat negatif berupa kehidupan keluarga yang kacau, pertentangan antara kedua rival (ingat kasus Hanna isteri Elkana; I Samuel 1) atau Kisah Isak (anak Sara) dan Ismael (anak dari Hagar), dll.

4. PROSTITUSI.  


Hal yang lebih menyesatkan lagi adalah kebiasaan "Melacur" (prostitusi).
Bila perzinahan dilakukan dengan pasangan gelap tertentu atau terbatas, pelacuran dilakukan dengan pasangan yang bebas tidak dikenal dan sifat hubungan makin merosot hanya terbatas pada pemuasan nafsu dan kebutuhan akan uang saja. Sudah jelas bahwa hubungan melalui pelacuran merupakan usaha merusak hubungan seksualitas yang diamanatkan Allah, karena cinta kasih disini yang seharusnya bersifat agape dan philia sudah digantikan dengan sekedar nafsu erotis (eros). Pasangan seksual tidak dihargai sebagai pribadi, tetapi hanya sebagai barang dagangan, benda ekonomi yang tidak dipakai lagi bila sudah dicicipi.

Pelacuran bukan saja menimbulkan dampak negatif bagi segi rohani dan kejiwaan, tetapi secara jasmani menimbulkan kerusakan yang sering mengerikan, sebab pelacuran membuka jendela secara lebar ke arah penularan penyakit-penyakit kelamin (VD=Venerial diseases) seperti Ganorhoe, Syphilis dan bahkan AIDS yang membawa kematian, lebih-lebih pasangan yang terkena penyakit kelamin yang hanya menular melalui hubungan seksual ini biasanya menularkan penyakit itu ke anak yang dikandung mengakibatkan cacat, kebutaan dan lainnya.

Dosa percabulan banyak disinggung oleh Paulus dalam surat-suratnya, bahkan dalam surat I Korintus, 3 fasal (fasal 5-7) digunakan untuk menasehati jemaat Korintus agar memuliakan Allah dengan tubuh kita dengan cara menjauhi percabulan (I Korintus 6:19-20).Seringkali umat Kristen terlalu menyorot rendah hanya pada wanita yang melacurkan diri, padahal langganan pelacur itu sendiri sama besar dosanya dan dikritik oleh Paulus sebagai orang yang berdosa kepada Tuhan.

Gereja-gereja Kristen sering terlalu sibuk dengan urusan rutin yang bersifat liturgis dan sakramen sehingga melupakan bahwa pendidikan seksual sangat dibutuhkan oleh jemaat masa kini. Bila dahulu hal demikian dianggap tabu, dalam situasi dunia bebas masa kini, justru harus dengan tekun dan rajin dilakukan untuk mencari jawab Tuhan atas masalah-masalah seksual yang banyak dihadapi jemaat Tuhan masa kini. Perzinahan juga sering terjadi sebagai akibat hubungan suami isteri yang tidak harmonis, karena itu persiapan dan pembinaan bagi jemaat yang memasuki perkawinan maupun bagi suami isteri yang sudah terikat perkawinan perlu dilakukan dengan rajin karena masa kini godaan dunia begitu besar khususnya dalam segi penyimpangan seksual.


Sering terjadi bahwa kejatuhan orang Kristen dalam dosa seksual adalah dikarenakan ketidaktahuan, karena itu pendidikan dan pembinaan seksual harus merupakan bagian dari pembinaan rohani jemaat Kristen dalam rangka memerangi informasi-informasi seksual yang menyesatkan yang dengan rajin dan gencar dikampanyekan oleh anak-anak kegelapan masa kini melalui media massa. Ada gereja-gereja yang telah menyelenggarakan kateksasi pernikahan atau seminar pernikahan (semacam Marriage Encounter dalam Roma Katolik) yang benar-benar berdasarkan firman Tuhan; hal ini perlu makin gencar dibudayakan dalam misi kristiani agar kita dapat menyiapkan generasi umat Kristen yang baik dan kudus. Orangtua kristen harus rela memberikan kesempatan agar anak-anaknya dibina dalam kursus pra nikah, dengan tidak mendesak gereja terpaksa menikahkan anaknya yang ‘terlanjur salah jalan’ hamil. Kalau terus begini, bagaimanakah hari esok?~~~bersambung minggu depan

GEREJA YANG PEDULI DAN BERBAGI


2 Korintus 8 : 1 – 15

Dengan mencantumkan nama anggota PGI pada papan nama jemaat maupun kepala surat, maka kita menyatakan bahwa kita semua adalah anggota  Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI),  karena  pada 25 Mei 1950,--  5 thn sesudah kemerdekaan RI – GMIT turut mendirikan lahirnya DGI (kini:PGI) di Jakarta. Pada HUT  PGI 66 ini semua gereja anggota PGI (89 synode) beribadah menggunakan liturgi GMIT  model II, dengan thema:  GEREJA YANG PEDULI DAN BERBAGI (2 Kor.8:13-15). Dua kata kunci dalam tema ini: Peduli adalah sebuah sikap; dan berbagi adalah sebuah tindakan.  Kepedulian menunjukan kesadaran bahwa kita terikat bersama-sama dengan orang lain dalam satu kehidupan bersama, karena kita hidup dalam bumi yang satu. Dalam kepedulian seperti itulah, kita lalu dengan rela berbagi. Berbagi bukan karena kita kaya, lebih mampu dan mapan. Tapi karena yang lain adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan kita.
 Mengapa gereja  harus peduli dan mau berbagi? Karena kemurahan hati. Kemurahan hati  itu adalah karunia Allah,dan bukanlah beban yang mewujud melalui kepedulian dan berbagi demi  keseimbangan. Dengan peduli dan berbagi maka  tiap orang kristen dibebaskan dari kecenderungan menguatnya gaya hidup individualistis yang makin mengerikan.
Dulu, kita bikin kandang untuk hewan. Sekarang kita bikin rumah untuk kandang manusia.  Rumah dikelilingi tembok besar. Ketika kita  masuk ke halaman rumah,kita  mulai tutup pintu pagar; lalu masuk rumah, kita tutup pintu rumah; alu kita masuk kamar  tutup pintu kamar, lalu tidur mulai tutup pintu hati bagi orang lain. 
Banyak orang semakin tidak peduli dengan orang lain dan apa yang terjadi di sekitarnya, sejauh tidak menggangu diri saya, maka bukan urusan saya.  Orang makin merasa nyaman hidup sendiri, dan tidak rela keluar dari zona kenyamanannya. Orang lain akan menjadi penting sejauh dia menguntungkan saya. Relasi antar manusia lalu menjadi relasi ‘kalau ada keuntungan’, bukan lagi relasi sosial alami yang saling membutuhkan. Orang menjadi sibuk mengurus urusannya sendiri, berjuang meraih dan menumpuk materi, kuasa dan kedudukan bagi kepentingan diri dan kelompoknya. Sikap hidup seperti ini tidak jarang bermuara pada keserakahan yang mematikan kehidupan bersama.
Bagaimana dengan gereja??  Lihat! gereja-gereja kita pun mulai tiru-tiru orang modern dengan gaya individualistis yang  tinggi sehingga semakin jauh dari Tuhan. Coba perhatikan!!, banyak uang gereja yang dipakai untuk bikin pagar tinggi, pintu besi, lalu tertutup hatinya untuk orang lapar, human traficking, kekerasan sexual, dll. Kalau diminta untuk prihatin dan berbagi pastilah kita menghindar dan berkata kami pun memiliki banyak masalah. Padahal,dengan peduli dan berbagi kita bisa berjalan bersama menyampaikan kabar baik bagi dunia ini.
Kontras dengan itu, jemaat di Makedonia (Filipi, Tesalonika,Berea,dll) dengan jemaat di Yerusalem (2Korintus 8:1-24), saling peduli dan berbagi. Meskipun mereka miskin, menderita, dan menghadapi berbagai cobaan, mereka tetap saling menolong, bahkan mendesak untuk mengambil bagian dalam pelayanan (2Korintus 8:4), sehingga mereka bisa berjalan dan bertumbuh bersama. Mengapa? “Tanpa kita berjalan bersama-sama kita sedang memelihara ‘singa’ saling menggigit dan menyikut (bahasa Kupng: baterek). Kita mesti waspada hal ini agar jangan sampai gereja dikuasai oleh roh dunia ini.
Paulus kemudian mendorong Jemaat Korintus agar mereka mengikuti teladan jemaat-jemaat di Makedonia (ay.1), yang rela memberi dengan murah hati. Apa lagi mereka telah menikmati berbagai berkat dari Allah (ay.7). Sebab itu Paulus berharap agar jemaat Korintus termotivasi karena melihat teladan Kristus. Ia ingin jemaat Korintus dapat melihat kesempatan untuk menolong jemaat di Yerusalem, sebagai sebuah anugerah dari Allah (ay.9). Respons mereka terhadap kesempatan ini akan merupakan ujian bagi ketulusan kasih mereka pada Kristus. Kalau begitu, dalam HUT 66 PGI ini kita belajar bahwa  kemurahan hati itu merupakan anugerah Allah untuk kita saling peduli dan berbagi. Iman dan kasih kepada Yesus Kristus memang bukan hanya nyata melalui doa atau ibadah pribadi, tetapi juga tampak dalam kepedulian yang terwujud melalui pertolongan. Teladan dari jemaat-jemaat Makedonia menyadarkan kita bahwa kemiskinan bukanlah alasan untuk tidak menolong orang lain. Dengan melakukan hal itu, kita memenuhi hukum Yesus Kristus, yaitu mengasihi Allah dengan mengasihi sesama. Dan sesungguhnya: BERMURAH HATI IKUT MENANGGUNG BEBAN ORANG LAIN TERNYATA JUGA MERINGANKAN BEBAN SENDIRI~~~Amin!


Pdt. Emr. M. Jack Karmany, S.Th

KATA YANG PENUH KUASA


“KATA YANG PENUH KUASA”

Ada pepatah yg berkata "WORDS ARE THE DRESS OF THE MIND!!"
Artinya "KATA-KATA ADALAH PENAMPILAN PIKIRAN KITA!!"
Dari cara berbicara dan isi pembicaraan, kita bisa memahami karakter & kepribadian seseorang.
Kalau kita selalu berdebat, atau membangkang & punya sifat pemberontak atau selalu dimusuhi orang, belajarlah untuk tetap memakai kata-kata yg lemah lembut.
Lihatlah bagaimana orang lain akan berubah! Kata-kata sangat berkuasa untuk memperbaiki hubungan, menyembuhkan hati, memotivasi, menyenangkan orang, & memberkati orang.
Muliakan TUHAN dengan kata-kata kita.
Sahabat…
Kendalikan lidah,
Ciptakan satu kalimat yg dapat memberkati orang lain & alami suasana sukacita sepanjang hari.
“KATA-KATA LEMBUT ADALAH ARGUMENTASI YANG PENUH KUASA !!”
Mari belajar mengendalikan setiap patah kata yang keluar dari mulut kita. Semoga setiap ucapan kita akan membawa berkat dan sukacita bagi keluarga, teman, relasi, dan siapapun juga. Semoga semua makhluk berbahagia


~~~~~~~~Tuhan Yesus memberkati~~~~~~~~