Sabtu, 07 Mei 2016

KUASA ROH KUDUS DAN KERAJAAN ALLAH

KUASA ROH KUDUS DAN KERAJAAN ALLAH
Pdt. Emr. Messakh Jack Karmany, S.Th

Tajuk ini sudah lumrah diujarkan oleh kita. Namun ia tetap segar manakalakita mengulasnya lagi. Untuk itu dalam persiapan peringatan tercurahnya Roh Kudus(HR Pentakosta), pasca kenaikan Yesus Kristus ke Surga (Hari Raya Asensi), maka mari kita melihat relasi Roh Kudus dan Kerajaan Allah dalam  Mat 12:28.  "Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.".
Agar kita tidak terjebak dalam pemikiran dogmatis yang rumit, maka kali ini saya mengajak kita untuk memahami Kerajaan Allah ( = pemerintahan oleh Allah ), sbb:

·     SIFAT KERAJAAN ALLAH. Kerajaan Allah (Kerajaan Sorga) mengandung pengertian Allah yang datang ke dunia untuk menyatakan kuasa, kemuliaan, dan hak-hak-Nya melawan kekuasaan Iblis dan garis haluan dunia yang sekarang ini. Kerajaan Allah merupakan pengertian yang lebih luas daripada keselamatan atau gereja; Kerajaan Allah ialah Allah mengungkapkan diri-Nya dengan penuh kuasa dalam semua karya-Nya.

1.     Kerajaan itu adalah terutama pernyataan kuasa ilahi yang sedang bertindak. Allah memulai pemerintahan-Nya secara rohani di bumi ini di dalam hati dan di antara umat-Nya (Yoh 14:23; 20:22). Ia datang ke dunia dengan penuh kuasa (Yes 64:1; Mr 9:1; 1Kor 4:20). Kita tidak boleh memandang kuasa Allah ini sebagai kuasa yang jasmani atau politis, tetapi sebagai kuasa yang rohani. Kerajaan itu bukanlah sebuah teokrasi yang bersifat religius-politis; itu tidak juga menjalankan kekuasaan sosial atau politis atas kerajaan di dunia ini (Yoh 18:36). Pada waktu ini Allah tidak bermaksud untuk menebus dan membaharui dunia melalui suatu gerakan sosial atau politis, atau melalui suatu tindakan kekerasan (Mat 26:52Yoh 18:36).

Dunia sepanjang zaman ini akan tetap merupakan musuh Allah dan umat-Nya (Yoh 15:19; Rom 12:1-2; Yak 4:4; 1Yoh 2:15-17; 4:4). Pemerintahan Allah dalam bentuk hukuman langsung dan kekerasan hanya akan terjadi pada akhir zaman ini (Wahy 19:11-21).

2.     Karena Allah menyatakan diri dengan kuasa, dunia memasuki suatu keadaan krisis. Pernyataan kuasa Allah memenuhi kerajaan Iblis dengan ketakutan (Mat 4:3-9; 12:29; Mr 1:24), dan setiap orang diperhadapkan pada keputusan apakah akan tunduk kepada pemerintahan Allah atau tidak (Mat 3:1-2; 4:17; Mr 1:14-15). Syarat yang mendasar dan penting untuk memasuki Kerajaan Allah ialah, "Bertobatlah dan percayalah kepada Injil" (Mr 1:15).

3.     Memasuki dunia dengan kuasa ilahi meliputi:
(a)     kuasa rohani atas pemerintahan dan kerajaan Iblis (Mat 12:28; Yoh 18:36) -- kedatangan Kerajaan Allah merupakan awal kehancuran pemerintahan Iblis (Yoh 12:31; 16:11) dan pembebasan umat manusia dari kuasa setan (Mr 1:34,39; 3:14-15; Kis 26:18) dan dari dosa (Rom 6:1-23);

(b)     kuasa untuk mengadakan mukjizat dan menyembuhkan orang sakit (Mat 4:23; 9:35; Kis 4:30; 8:7; lih. art. PENYEMBUHAN ILAHI),

(c)      pemberitaan Injil, yang menginsafkan orang akan dosa, kebenaran, dan penghakiman (Mat 11:5; Yoh 16:8-11; Kis 4:33);

(d)     penyelamatan dan pengudusan bagi orang yang bertobat dan percaya kepada Injil (Yoh 3:3; 17:17; Kis 2:38-40; 2Kor 6:14-18; lih. art. PEMISAHAN ROHANI ORANG PERCAYA); dan

(e)      baptisan dalam Roh Kudus agar menerima kuasa untuk bersaksi bagi Kristus ( Kis 1:8; 2:4]


4.     Bukti yang perlu bahwa seseorang sedang mengalami Kerajaan Allah ialah kehidupan yang penuh dengan "kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus" (Rom 14:17).

5.     Kerajaan Allah ini mempunyai aspek yang berhubungan dengan masa kini dan masa yang akan datang. Kerajaan itu merupakan suatu kenyataan yang sekarang di dalam dunia ini (Mr 1:15; Luk 18:16-17; Kol 1:13; Ibr 12:28), namun pemerintahan dan kuasa Allah belum benar-benar diwujudkan. Pekerjaan dan pengaruh Iblis serta orang fasik akan terus berlangsung hingga akhir zaman (1Tim 4:1; 2Tim 3:1-5; Wahy 19:19-20:10). Penyataan yang akan datang dari kemuliaan, kuasa, dan Kerajaan Allah akan terjadi ketika Yesus kembali untuk menghakimi dunia (Mat 24:30; Luk 21:27; Wahy 19:11-20; 20:1-6). Penggenapan Kerajaan Allah pada akhirnya akan datang ketika Kristus menang secara mutlak atas semua kejahatan dan perlawanan serta menyerahkan Kerajaan itu kepada Allah Bapa (1Kor 15:24-28; Wahy 20:7-21:8; Mr 1:15] mengenai berbagai penyataan Kerajaan Allah dalam sejarah penebusan).

·     PERANAN ORANG PERCAYA DALAM KERAJAAN ITU.
PB memberikan banyak keterangan tentang peranan orang percaya dalam Kerajaan Allah.

1.     Orang percaya bertanggung jawab untuk senantiasa mencari Kerajaan Allah dalam segala manifestasinya; mereka hendaknya lapar dan dahaga akan kehadiran dan kuasa Allah, baik dalam kehidupan mereka sendiri maupun di kalangan persekutuan Kristen Mat 5:10; 6:33]

2.     Dalam Mat 11:12 Yesus memberikan keterangan tambahan mengenai sifat umum Kerajaan Allah. Di situ Yesus menyatakan bahwa Kerajaan Sorga hanya dapat direbut oleh orang yang kuat, yang sungguh-sungguh mau melepaskan diri dari perbuatan dosa umat manusia untuk berbalik kepada Kristus, Firman-Nya dan jalan- Nya yang benar. Meskipun pengorbanan yang diminta itu besar, orang seperti itu dengan giat mencari Kerajaan itu dalam segenap kuasa-Nya. Dengan kata lain, mengalami Kerajaan Sorga dengan semua berkatnya menuntut usaha yang sungguh- sungguh dan pengerahan tenaga yang terus-menerus -- perjuangan iman yang disertai kehendak yang kuat untuk melawan Iblis, dosa, dan sering kali masyarakat yang sudah rusak.


3.     Kerajaan Allah bukan bagi mereka yang jarang berdoa atau yang berkompromi dengan dunia, mengabaikan Firman Allah, dan hampir tidak mempunyai kelaparan rohani. Kerajaan itu adalah bagi pria yang seperti Yusuf (Kej 39:9), Natan (2Sam 12:7), Elia (1Raj 18:21), Daniel dan tiga orang temannya (Dan 1:8; 3:16-18), Mordekhai (Est 3:4-5), Petrus dan Yohanes (Kis 4:19-20), Stefanus (Kis 6:8; 7:51) dan Paulus (Fili 3:13-14). Kerajaan itu bagi wanita seperti Debora (Hak 4:9), Rut (Rut 1:16-18), Ester (Est 4:16), Maria (Luk 1:26-35), Hana (Luk 2:36-38), dan Lidia (Kis 16:14-15,40).


  • TENTANG ROH KUDUS------ ikuti saja bina umat minggu depan

PENSIUN????

“PENSIUN??”

Menjelang kebaktian purnalayan bagi 9 orang pendeta GMIT pada 8 Mei 2016, saya ingat kisah seorang penginjil begini:.

Ketika pesawat kami mendarat di bandara Charles de Gaulle di Paris, tepuk tangan meriah muncul dari antara sekelompok karyawan perusahaan penerbangan. Saya merasa hal itu agak tidak biasa terjadi, sampai akhirnya saya diberi tahu bahwa sang pilot baru saja menyelesaikan penerbangan yang terakhir dalam kariernya. Ia akan pensiun besok, dan saat itu rekan-rekannya mengungkapkan kebahagiaan mereka untuknya.

Bagi banyak orang, pensiun berarti mengerjakan apa yang selama ini selalu ingin mereka kerjakan—memancing, bermain golf, bepergian. Orang-orang yang lain bekerja keras agar dapat pensiun lebih awal, sehingga mereka dapat menikmati buah dari kerja keras mereka selagi masih muda dan sehat.


Oleh: Pdt. Emr. M. Jack Karmany, S.Th

Antara Ketaantan dan Gejolak Hati


Antara Ketaantan dan Gejolak Hati
Yehezkiel : 2 : 1 – 3 : 15

 Menjelang HR Pentakosta, mari kita perhatikan sekali lagi panggilan dan firman-Nya kepada Yehezkiel. Sikap yang dituntut dari Yehezkiel adalah siap dan sigap (ayat 1, Firman-Nya kepadaku: "Hai anak manusia  bangunlah dan berdiri,  karena Aku hendak berbicara dengan engkau.), yang menandakan ketaatan yang tidak hanya emosional namun ketaatan yang cerdas. Tugas Yehezkiel berat sekali. Ia harus memberitakan firman penghukuman pada bangsanya sendiri. Mirip dengan tugas yang Yeremia terima. Kita telah melihat, visi kemuliaan-Nya sudah dinyatakan, lalu firman-Nya disampaikan (ayat 2:1-3:15). Urapan Roh Allah hadir pada Yehezkiel. LAI (TB, 1974) memakai "kembalilah rohku ke dalam aku", namun terjemahan lebih tepat "Roh (Tuhan) memasuki aku" (ayat 2).

Tugas Yehezkiel yang berat dipaparkan demikian: Ia akan menghadapi bangsa yang mendurhaka kepada Tuhan (ayat 3). Baik mereka maupun nenek moyang mereka telah berlaku tidak setia kepada Tuhan. Kedurhakaan mereka diungkapkan lewat satu kata yang berulang dipakai, pemberontak (ayat 3, 5, 6, 7, 8) dan dua kata yang menunjukkan karakter yang tidak mau diajar, yaitu keras kepala dan tegar hati. Sebutan akrab TUHAN (Yahweh) pun hanya digunakan untuk menegaskan asal usul firman yang harus Yehezkiel beritakan (ayat 4). Yehezkiel akan mengalami masa sulit dan berbahaya seperti orang yang tinggal di tengah semak belukar yang berduri yang dihuni kalajengking yang sangat berbisa (ayat 6). Tidak ada kepastian apakah Israel akan mendengarkan pemberitaan Yehezkiel akan firman Tuhan atau tidak (ayat 5, 7). Ketaatan dan kecerdasan  diperlukan sebab tugas yang akan diemban bukanlah tugas yang ringan dan mudah. Allah sendiri mengakui bahkan memahami hal itu sehingga Ia menyebutkan berkali-kali karakteristik bangsa yang akan dilayani Yehezkiel (ayat 3-8). Namun Allah tidak hanya sebatas peduli, Ia juga akan selalu berada di belakang Yehezkiel untuk menguatkan hati dan terus memompa semangatnya, sehingga tugas Yehezkiel dapat dilaksanakan dengan baik (ayat 3:8-9, Dan engkau, anak manusia, dengarlah apa yang Kufirmankan kepadamu; janganlah memberontak  seperti kaum pemberontak  ini. Ngangakanlah mulutmu dan makanlah  apa yang Kuberikan kepadamu." 2:9 Aku melihat, sesungguhnya ada tangan  yang terulur kepadaku, dan sungguh, dipegang-Nya sebuah gulungan  kitab).

Allah juga menegaskan bahwa yang terpenting bagi Allah adalah Yehezkiel melaksanakan tugas dengan setia bukan pertobatan bangsa Israel (ayat 5, Dan baik mereka mendengarkan  atau tidak--sebab mereka adalah kaum pemberontak --mereka akan mengetahui bahwa seorang nabi ada di tengah-tengah mereka). Ini tidak berarti bahwa Allah hanya peduli kepada pelayan-Nya dan mengabaikan pertobatan manusia, sebab tujuan misi Yehezkiel adalah agar bangsa Israel mengetahui bahwa ada seorang nabi Allah di antara mereka dan bahwa mereka sudah diberi kesempatan untuk bertobat. Suatu saat Allah akan datang untuk menghakiminya.

Respons Yehezkiel terhadap firman dan panggilan Allah sangat indah yaitu ia taat secara total ketika diperintahkan untuk memakan seluruh gulungan kitab (ayat 3:1-3). Apa yang dihasilkan oleh ketaatan Yehezkiel? Kekuatan Ilahi untuk mewartakan firman-Nya walaupun isinya bertentangan dengan pengharapan bangsa Israel (ayat 3:1) serta kedamaian di dalam hidupnya (ayat 3:3). Emosi Yehezkiel juga bergejolak (ayat 3:14) yang disebabkan karena gabungan dua pemikiran yaitu ia merasakan ketidakadilan Allah yang mengutus dirinya dengan tugas yang berat, serta ia mengidentifikasikan dirinya dengan perasaan Allah terhadap umat- Nya yang senantiasa memberontak. Karena itu ia membutuhkan waktu untuk berdiam diri selama 7 hari (ayat 3:15). Berdiam diri merupakan terapi yang paling tepat bagi ketegangan emosi.
Situasi sulit yang dihadapi Yehezkiel tidak beda jauh dengan situasi yang dihadapi kekristenan masa kini. Bangsa kita pun bangsa pemberontak, keras kepala, dan tegar hati, walaupun Tuhan telah menegur dengan berbagai cara: deraan gempa bumi, malapetaka alam maupun buatan manusia, dan keterpurukan ekonomi yang semakin menjadi-jadi, dst. Sama seperti kepada Yehezkiel, kita diperintahkan untuk tidak takut kepada manusia, sebaliknya taat, tidak memberontak kepada penugasan Tuhan.
Jack.png
Kalau begitu : Banyak sekali saudara-saudara kita yang mempunyai panggilan seperti Yehezkiel yaitu melayani orang-orang yang secara sengaja menentang dan menantang Injil dan pelayanan Yesus Kristus. Emosi mereka seringkali juga bergejolak. Berdoalah untuk mereka serta berikan persembahan kepada Allah melalui mereka. ~~~Amin!

Oleh: Pdt. Emr. M. Jack Karmany, S.Th

ORANG BANYAK TIDAK MEMIMPIN. MEREKA HANYA MENGIKUTI


Ketika ayah melihat saya menangis hanya karena tidak sempat memotong rambut mengikuti model terbaru, ia bertanya, “Mengapa engkau merusak penampilanmu dengan menata rambutmu begitu?”

“Jangan menjadi seorang bodoh dan mengikuti orang lain”, kata ayah. “Lakukanlah apa yang kukatakan kepadamu: belahlah rambutmu persis di tengah, sisirlah ke belakang dan ikatlah dengan sebuah pita”.

Kendatipun ayah hanya bergurau, saya sungguh-sungguh melakukan apa yang dikatakannya, dan ia berdiri menontonku, “Sekarang”, katanya, “tetaplah dengan model itu selama seminggu dan jika setengah anak wanita di kelasmu tidak menirunya, aku akan membayarmu Rp 100.000”.

Saya berpikir ia hanya ingin sesuatu yang agak sederhana; tetapi Rp. 100.000,- suatu jumlah yang besar. Maka saya tiba di kelas saya dan mengejutkan setiap orang. Tapi menjelang akhir minggu hampir setiap gadis di kelasku sudah meniru model rambutku.

“Aku telah mengatakannya kepadamu”, kata ayah. “Camkan ini! Janganlah tampil seperti orang kebanyakan. Dunia ini mempunyai cukup banyak hal yang belum dibuat. Jangan pernah takut mempunyai gagasan sendiri. Dan jika itu baik, teruskan, tidak peduli apa yang dilakukan oleh orang banyak”. Orang banyak tidak memimpin. Mereka hanya mengikuti.


~~~~~~~~Tuhan Yesus memberkati~~~~~~~~

Sabtu, 30 April 2016

KETIKA ANAKKU DIPANGGIL TUHAN

KETIKA ANAKKU DIPANGGIL TUHAN
*Ayung

"Saya masuk anak saya udah gak ada," ujar Ayung membuka kesaksiannya. "Saya bisanya teriak nangis saja. Saya peluk anak saya, "jangan tinggalin mama. Bangun dede, bangun ini mama dede. Mama sayang kamu kok kamu mau tinggalin mama'," ujar Eva, Istri Ayung.

"Dokter akhirnya periksa darah, namanya penyakit thelasemia. Ini gak ada obatnya katanya. Kamu berdua ada efek saudara. Saya bilang, "ngga, saya Kalimantan dia Jakarta gitu" Akhirnya kalo mau selamatin jiwa anak ini satu-satunya harus tambah darah," kata Ayung.

Penyakit maut yang sama menggerogoti tubuh kedua anak mereka. Hati mereka hancur tanpa tahu apa penyebab dari semua ini. Permohonan doa pun dinaikkan Eva untuk keselamatan jiwa anak mereka. Bahkan ia meminta ampun kepada Tuhan agar anak mereka ini dapat tertolong hidupnya.

Ayung beserta istri tidak henti-hentinya berusaha mencari kesembuhan ke berbagai tempat pengobatan, mulai dari totok jarum, totok darah sampai dukun tradisional, namun semua itu tidak berpengaruh apa-apa. Anaknya yang nomor dua itu pun akhirnya meninggal juga. Kepergian salah seorang anak membuat Eva sering memarahi suaminya. Ayung pun menerima omelan istrinya itu dengan lapang dada.

Setelah kepergian anak kedua, duka melingkupi hati mereka. Namun, anak pertama yang mengalami sakit yang sama harus tetap menerima transfusi darah terus menerus meski keadaan ekonomi mereka yang serba kekurangan. "Yah udah saya nekat aja, saya kerja aja. Kamu bisa kerja apa? Kerja kantor juga gak bisa. Akhirnya saya nekat kerja di tempat hiburan aja. Cobaan banyak disitu, kalo jujur sudah punya suami gak dapat duit. Kita boongin dapat duit. Ngerayu-rayu tamu, kasir demi dapat duit untuk anak," kenang Eva.

Demi kelangsungan pengobatan dan hidup anaknya, Eva terus bekerja keras, namun tidak bagi Ayung. Ia yang harusnya menjadi kepala keluarga yang bertanggung jawab, justru bersenang-senang dengan melakukan berbagai macam judi. Istri dan salah seorang anak yang sakit pun tidak diindahkannya.

Sedikit pun duka tidak terlihat di wajahnya karena hatinya sudah mati karena judi. Tiga bulan setelah kematian anak keduanya, seorang teman datang dan menitipkan seorang anak untuk mereka besarkan. "Saya sayang sekali ia gemuk anaknya. Akhirnya kami rawat dia sampai gede," ungkap Ayung.Sejenak, anak ini membawa tawa bagi mereka. Namun, tawa itu tidak berlangsung lama karena sebuah musibah kembali membawa tangisan dalam keluarga ini. Sang anak yang dititipkan saudaranya itu pun dipanggil Tuhan.

"Saya langsung tanya dia, tiap hari kalo saya panggil Aon padahal sih nama aslinya Ferry. "On, ada apa? Pak capek, saya mau minum teh manis satu gelas gede yang besar. Pas minum habis, dia udah gak ada," kenang Ayung.
"Ini anak kesayangan saya, semua pada diambil, kenapa gak saya sekalian Tuhan," kata saya gitu. Apa saya hidup, anak udah gak ada," kata Eva.
  
"Saya masih agak iklas ya. Namanya juga sakit-sakitan mana mungkin anak ini bisa sampai gede," tambah sang suami.  
Kematian telah merenggut kedua anak mereka, bahkan kebahagiaan terus meninggalkan keluarga ini. Hubungan antara Ayung dan Eva hari demi hari semakin memburuk. Keduanya saling tidak peduli antara satu dengan yang lain.
Kepedihan semakin menghancurkan keluarga ini. Sebuah borok yang Ayung simpan pun akhirnya terkuak. Perselingkuhan yang selama ini ia jalani bersama seorang wanita diketahui oleh sang istri. Ia tidak berkutik, mukanya pucat pasi dan lidahnya kelu karena tidak dapat berkata apa-apa.

Hidup Eva telah hancur seakan tak ada harapan lagi baginya. Bunuh diri menjadi pilihan akhir baginya. Ketika hal itu dilakukan, sang suami datang bersama dengan selingkuhannya ke rumah. Disana, mereka berdua memohon ampun atas apa yang telah dilakukan. Kematian tidak menjadi akhir dalam hidup Eva, namun mampu mengubahnya menjadi pribadi yang berbeda. "Anak saya yang kecil ini, saya pukulin. Saya lempar dia ke luar rumah. "pergi kamu cepet, mama gak mau lihat muka kamu lagi,'"

Penderitaan dan air mata sepertinya belumlah cukup menimpa keluarga mereka karena sebuah tangisan duka kembali terdengar dalam keluarga ini. Si anak bungsu akhirnya meninggal karena demam berdarah. Eva yang sadar akan perbuatannya selama ini, menangis sejadi-jadinya sambil menyesali segala perbuatan yang telah dilakukan kepada anak yang paling terakhir dilahirkannya itu.

Duka itu terus menyayat hati Eva. Kini hanya air mata dan rasa bersalah yang ia miliki. "Ampuni kesalahan saya, saya banyak berdosa. Apa yang saya lakukan, kerja selama ini di tempat hiburan. Sekitar jam 1-an, saya gak bisa tidur ada suara datang, "terimalah Yesus dan selamatlah kamu,'.. Saya pikir suami saya yang ngomong tapi saya lihat suami saya, tetapi dia tidur. Terus saya tahu, itu Yesus. "Terima kasih Tuhan, saya mau terima Yesus, saya ingin serahkan hidup saya," kata Eva.

Malam itu amarah dan kebencian dalam dirinya pun luluh. Pengampunan terhadap suaminya pun mampu ia lepaskan.
"Saya juga orang berdosa Tuhan, kenapa saya egois. Kenapa saya gak ampuni suami saya? Ampuni saya juga Tuhan, saya juga salah, saya mau ampuni suami saya. Tolong Tuhan, tuntunlah suami saya dalam terang, jangan sampai ia melakukan itu lagi. Saya juga akan lepaskan pekerjaan itu, saya gak mau bekerja di situ lagi," tambah wanita berkulit putih tersebut.

Doa terus Eva lakukan dan perlahan mampu mengubah hidup Ayung. "Pagi itu sekitar jam 4, rencananya saya mau pergi judi. Tetapi mendadak saya juga bingung kok saya bisa datang ke gereja. Ketika berdoa, badan saya panas, gak enak. Saya pegang bangku dan saya ada ngomong juga, "ya Tuhan, kalau memang hendak datang ke tempat ini, tolong berikan kekuatan,'" kisah pendamping hidup Eva tersebut.

"Saat puji-pujian dinaikkan, air mata saya turun. Rasanya Tuhan itu ada, Tuhan itu baik. Tuhan  itu masih mau mengasihi saya. Saya yang begitu banyak dosa, yang begitu jahat, tetapi Dia tetap baik." Pagi itu menjadi titik perubahan bagi hidup Ayung. Ia menjadi orang yang menyukai firman Tuhan. Dosa-dosa yang selama ini dilakukannya, ditinggalkan dan dikubur dalam-dalam. Walaupun banyak godaan, ia tahu bahwa Tuhan Yesus sanggup melepaskannya.

Perubahan terjadi dalam hidup keluarga ini. Eva pun telah mampu menerima kepergian anak mereka. Air mata duka yang sekian lama menyeliputi mereka kini telah berganti dengan tawa sukacita. "Semenjak kenal Tuhan Yesus, rumah tangga saya dipulihkan, usaha saya dipulihkan. Apapun yang saya lakukan, semua berhasil," kata Ayung.  "Saya bahagia dengan suami saya. Udah dipulihkan, hidup rukun bahagia kayak pengantin baru aja," timpal Eva.


"Memang saya gak punya anak, tetapi saya punya Tuhan yang luar biasa," ujar Ayung menutup kesaksiannya. (Kisah ini ditayangkan 3 Desember 2010 dalam acara Solusi Life di O'Channel). 

4 PENYAKIT YANG MENGINCAR PRIA DIUSIA SENJA

4 PENYAKIT YANG MENGINCAR PRIA DIUSIA SENJA

*Siti Rutmawati

Merdeka.com, Jakarta - Pria, seiring dengan pertambahan usia, tak dipungkiri jika kondisi tubuhmu juga menurun. Dengan sadar pada penurunan kondisi tubuh ini, kamu tentu harus lebih teliti pada kondisi kesehatan tubuh termasuk organ-organ vital. Jika kamu tak menjaganya dengan baik, ada beberapa jenis penyakit yang mengintai di kala kamu lemah. Nah, agar kamu lebih waspada, berikut ini merupakan deretan penyakit yang mengincar kamu di kala usia semakin senja.

1.Penyakit kardiovaskular


Pria, kamu harus lebih waspada terhadap penyakit yang satu ini dibandingkan wanita. Terutama jika kamu telah dilanda diabetes di usia muda (di bawah usia 40 tahun).
Berdasarkan pada studi yang pernah dilakukan, pria dengan diabetes mengalami peningkatan risiko infark miokard, stroke atau bahkan kematian dini.
Ini terutama terjadi pada pria yang berusia 47-50 tahun. Bisa dikatakan ini menjadi salah satu alasan pria harus lebih baik dalam menjaga perubahan kadar gula darah.

2.Disfungsi ereksi

 
Tak dipungkiri bahwa kesehatan reproduksi pria akan mengalami penurunan seiring dengan pertambahan usia. Hanya saja, disfungsi ereksi adalah salah satu kondisi yang tak bisa ditoleransi.
Hal ini mengingat kemampuan di atas ranjang juga terkait dengan kesehatan secara psikologis. Pria akan mengalami peningkatan risiko disfungsi ereksi ketika dia mengalami gangguan kesehatan lain.
Misalnya seperti diabetes, kolesterol tinggi, atau hipertensi, terutama bagi mereka yang melebihi usia 40 tahun. Untuk mencegah terjadinya disfungsi ereksi sebaiknya kamu rajin mengonsumsi umbi bit dan sayuran lainnya yang membantu melawan libido rendah.

3.Kanker prostat


Tak salah lagi, kamu harus lebih berhati-hati dengan penyakit ganas ini. Kanker ini sangat sering menyerang pria berusia lanjut. Tak hanya kanker, berbagai keluhan terkait dengan prostat akan membuatmu membutuhkan spesialis andrologi.
Berdasarkan pada hasil studi yang pernah dilakukan, pria yang berusia 39 tahun atau lebih muda berisiko mengembangkan kanker prostat hingga 0.005 persen.
Sedangkan risiko tersebut meningkat sebesar 2,2 persen pada pria yang berusia antara 40-59 tahun. Pada usia yang lebih tua (antara 60-79 tahun) risiko meningkat menjadi 13,7 persen.

4.Pola kebotakan



Seperti halnya pada wanita, pria juga mengalami kerontokan rambut. Hal ini cukup wajar terjadi. Hanya saja, jika ini menyebabkan pola kebotakan, maka kamu patut untuk khawatir.

Pasalnya, ada keterkaitan yang erat antara pola kebotakan pada laki-laki dengan kanker prostat. Jadi, jika kamu mengalami pola kebotakan yang tak wajar, segera konsultasikan ke dokter.


BENARKAH ITU USAHA ANDA??

BENARKAH ITU USAHA ANDA??

Ada sebuah kisah tentang Bpk. Lucky, seorang kaya (biasa dipanggil Bp rumah tingkat, karena dia satu-satunya yang mempunyai rumah tingkat di situ) yang menghadiri sebuah pesta. Dia  duduk bersama Bp. penatua Nus dan Ibu diaken  Murni, yang sedang berdiskusi tentang doa.

Bp.rumah tingkat bilang:  "Mungkin doa berguna bagi Bp penatua dan ibu diaken, tetapi saya tidak membutuhkan doa. Saya bekerja keras untuk mendapatkan segala sesuatu yang sekarang saya miliki. Saya pun tak meminta apa-apa lagi dari Allah!"

Jack.pngIbu diaken Murni menanggapinya, "Pak, rumah tingkat, masih ada satu hal yang belum pak miliki dan perlu pak doakan."  Bp rumah tingkat  bertanya, "Apakah itu?" Jawab diaken, "Anda dapat berdoa memohon kerendahan hati."



Oleh: Pdt. Emr. M. Jack Karmani, S.Th