Sabtu, 09 April 2016

5 kebiasaan ini bisa bikin tambah miskin

5 kebiasaan ini bisa bikin tambah miskin

*Vina A. Muliana

Tidak ada orang yang mampu kaya dalam waktu singkat. Semua perlu proses dan tidak dapat dicapai dalam waktu lama. Untuk itu Anda harus benar-benar mengerti bagaimana Anda mengatur pengeluaran bulanan. Tahukah Anda, bahwa kebiasaan sering menghambat Anda untuk mendapat kekayaan lebih besar. Lalu apa yang harus Anda rubah dari kebiasaan hingga mampu mendulang untung yang besar? Berikut ulasannya seperti dilansir dalam themuse.com, Rabu (2/3/2016):

1. Tidak punya uang untuk keadaan darurat

Idealnya, setiap orang atau keluarga memiliki dana darurat dengan jumlah paling tidak 3 – 6 bulan dari pendapatan atau pengeluaran pokok setiap bulannya.Namun, dengan adanya inflasi yang terus meninggi dan mengakibatkan bahan-bahan pokok juga melambung, bisa jadi dana ini akan semakin sulit untuk didapatkan.

2. Hanya membayar minimum untuk kartu kredit

Buat pemegang kartu kredit, adanya fasilitas bayar minimum tagihan kartu kredit bisa menguntungkan, tapi juga bisa membuat celaka. Bank menawarkan fasilitas bayar minimum tagihan kartu kredit per bulan bukan tanpa syarat.Jika kita terlena oleh fasilitas ini dan terbiasa membayar jumlah minimal tagihan yang tertera pada lembar tagihan setiap bulan, bisa-bisa kita terjerat utang berjibun.Soalnya, bunga yang dikenakan bakal berlipat-lipat, dari bulan ke bulan, bergantung pada nilai transaksi yang belum dilunasi.

3. Mencatat pengeluaran

Penting bagi mama untuk mencatat pengeluaran ntuk mencatat segala pengeluaran, baik pengeluaran besar ataupun kecil.Tidak hanya pengeluaran-pengeluaran besar, pengeluaran kecil pun sebaiknya tidak luput untuk dicatat. Hal ini penting agar Anda bisa mengetahui ke mana larinya uang. Dengan begitu, defisit anggaran untuk bulan berikutnya bisa terhindarkan.

4. Tidak punya gambaran jelas tentang pengeluaran

Apabila Anda masih belum mengerti betul mengenai kemana pengeluaran Anda sehari-hari berarti Anda belum paham akan uang yang Anda miliki.

5. Tidak punya rencana untuk bayar utang

Jika Anda memiliki utang maka Anda mungkin juga memiliki keinginan untuk melunasi utang tersebut. Jika Anda benar-benar memiliki keinginan untuk membayar utang-utang Anda, maka hal yang harus benar-benar Anda lakukan adalah mengambil tindakan yang tepat untuk melunasi semuanya.Setelah melunasi hutang, barulah Anda akan benar-benar bisa menghabiskan hidup dalam keadaan tenang dan bebas utang .-

Sumber: Liputan6.com, Jakarta – @Warta Jemaat Cetak JMO Edisi 10 April 2016

YANG SANGAT PENTING

1 Korintus 5 : 1 – 11

Di minggu penampakan Yesus Kristus --pasca kebangkitanNya-- pertanyaan yang wajib kita jawab  adalah : Apa hal penting yang menduduki peringkat pertama dalam hidup kita pribadi, dan menentukan jatuh bangunnya gereja, bahkan menentukan nasib kekal manusia?  Yang sangat penting itu ialah Injil Yesus Kristus yang merupakan wahyu Allah ( theofani) dalam sejarah yang menyata dalam kematian dan kebangkitanNya. Kematian dan kebangkitan Yesus Kristus merupakan landasan kekristenan (15:3-4) dan menentukan  dalam hidup. Orang Kristen meyakini bahwa kematian dan kebangkitan Yesus Kristus bukan hanya sekedar sebagai dongeng, melainkan sebagai kenyataan sejarah yang harus diyakini sebagai suatu kebenaran tertinggi. Menyangkal kebangkitan Kristus berarti menyangkal hal terpenting dalam iman Kristen. Pernyataan Rasul Paulus dalam 1 Korintus 15:3-5 yang mengungkapkan pernyataan iman gereja mula-mula itu disusun beberapa tahun setelah kebangkitan Tuhan Yesus. Masalah kebangkitan Kristus merupakan hal yang demikian penting sehingga Rasul Paulus mengemukakan berbagai bukti berupa penampakan Tuhan Yesus sesudah Ia bangkit dari antara orang mati. Di antara bukti-bukti tersebut, yang paling meyakinkan adalah penampakan kepada lebih dari 500 orang sekaligus dengan catatan bahwa kebanyakan dari mereka masih hidup saat surat 1 Korintus ditulis (15:6), sehingga kebenaran pernyataan Rasul Paulus itu masih dapat diuji kebenarannya pada saat itu.

Banyak hal mendesak yang orang anggap penting untuk segera dibereskan dalam dunia masa kini. Ambillah contoh berikut ini: soal lingkungan hidup, soal perdamaian dunia, kerukunan, pengadaan perumahan rakyat, peningkatan pendidikan, pengadaan lapangan kerja, dlsb. Semuanya itu memang mendesak bahkan penting, namun bukan sangat penting. Hanya Injil Yesus Kristus yang sangat penting sebab Injil menentukan hidup kekal manusia yang akan mempengaruhi total radikal kehidupan setiap manusia baik kelak maupun kini di dunia ini. Gereja yang berdiri teguh ialah gereja yang tidak melupakan fondasinya yaitu Injil Yesus Kristus. Gereja ada karena Injil Yesus diberitakan dan disambut dalam iman. Bila hal yang sangat penting itu dilupakan, gereja dan kehidupan Kristen kita terancam bahaya. Oleh Injil itulah kita diselamatkan. Kematian dan kebangkitan-Nya telah melepaskan kita dari kuasa dosa dan dari murka Allah. Hal-hal mendesak yang tiap hari harus kita hadapi seharusnya kita perhadapkan di bawah terang Injil dan bukan membuat keyakinan kita akan Injil menjadi goyah!

Banyak orang meragukan kebenaran Injil. Rupanya hal itu sudah terjadi bahkan sejak zaman Paulus. Benarkah Yesus saja satu-satunya jalan? Benarkah Dia bangkit dari kematian? Banyak lagi pertanyaan orang ajukan terhadap kebenaran Injil, namun yang terutama ialah kebenaran tentang kebangkitan-Nya. Paulus sebenarnya tidak pernah berjumpa Yesus sewaktu Yesus hidup. Untuk apa ia mati-matian menjadi penganjur dari Orang yang tidak pernah dikenalnya bahkan pernah dimusuhinya, bila ia tidak benar-benar pernah mengalami sesuatu dari Yesus ini?


Kalau begitu, Kebangkitan danpenampakan Yesus Kristus merupakan jaminan bahwa hidup kita tidak berujung pada kematian fisik. Walaupun tubuh yang kita diami sekarang akan terus merosot sampai kita mengalami kematian fisik, orang percaya bisa meyakini bahwa kelak kita akan dibangkitkan dengan tubuh baru! Di atas keyakinan itu, hal yang sangat penting adalah Bersaksi menyampaikan injil adalah akibat dari fakta bahwa Yesus sungguh hidup dalam diri seseorang.~~~Amin!

Oleh: Pdt.Emr. M. Jack Karmany, S.Th

Sumber: Warta Jemaat Cetak JMO Edisi 10 April 2016

ORANG KAYA dan PEMBUAT SEPATU

Ada cerita tentang seorang pembuat sepatu yang miskin tetapi selalu riang gembira. Dia begitu bahagia sehingga dia menyanyi dari pagi sampai malam. Dari luar jendela anak-anak biasanya mendengar dia menyanyi.

Di sebelah rumahnya tinggal seorang yang amat kaya. Sepanjang malam, orang kaya itu menghitung uangnya, dan Baru pergi tidur pada pagi hari. Ia merasa sangat terganggu oleh nyanyian pembuat sepatu itu. Suatu hari dia berpikir bagaimana dia bisa membuat pembuat sepatu itu berhenti bernyanyi.

Suatu hari dia mengundang pembuat sepatu itu ke rumahnya. Betapa kaget­nya pembuat sepatu itu ketika orang kaya itu memberinya satu tas kecil yang penuh dengan uang emas. Ketika tukang sepatu itu pulang ke rumah, dia membu­ka tas kecil itu. Sepanjang hidupnya dia tidak pernah melihat uang begitu banyak. Dia menghitung semuanya dengan hati-hati, dan anak-anak melihat dia. Uang itu begitu banyak sehingga pembuat sepatu itu takut kehilangan uang hadiah itu. Karena itu, dia membawa uang itu ke tempat tidur pada malam hari. Tapi di tempat tidur itu dia tidak bisa tidur karena memikirkan uang itu.

Maka dia bangun dan meletakkan tas uang itu ke loteng rumahnya. Tapi kemudian dia khawatir bahwa tas itu tidak akan aman di sana. Jadi pada hari berikutnya dia membawa uang itu ke bawah lagi.

Kemudian dia berpikir untuk menyembunyikannya di tempat perapian. “Tapi lebih baik saya letakkan di kandang ayam. Tak seorang pun akan men­carinya di sana,” pikirnya. Tapi dia masih khawatir tentang uang itu, maka dia menggali lubang yang dalam di kebun dan menyembunyikan uang itu di sana. Dia begitu sibuk de­ngan uang itu sehingga tidak lagi sempat membuat sepatu. Dia juga tidak per­nah menyanyi lagi. Dia begitu gelisah dan tidak bisa menulis sedikit pun. Hal yang paling menyedihkan dia adalah bahwa anak-anak tidak datang lagi untuk mengunjunginya.

Akhirnya pembuat sepatu itu merasa sangat tidak bahagia sehingga dia menggali kembali lubang itu untuk mengambil uangnya, lalu dengan terburu­-buru kembali ke tetangganya sambil membawa uang itu. “Ambillah kembali uang ini,” katanya. “Kekhawatiran tentang uang ini membuat saya sakit, dan teman-teman saya tidak lagi mengunjungi saya. Lebih baik saya menjadi pembu­at sepatu seperti dahulu.”

Sejak itu pembuat sepatu itu hidup bahagia lagi seperti sebelumnya dan dia menyanyi dan bekerja sepanjang hari.


[~~~~~~~~Tuhan Yesus memberkati~~~~~~~~]


Sumber: Warta Jemaat Cetak JMO Edisi Minggu 10 April 2016

Sabtu, 02 April 2016

INGIN CEPAT KAYA DENGAN JIMAT

INGIN CEPAT KAYA DENGAN JIMAT

OLeh: Rudi Kusnadi

Saat duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama, Rudi Kusnadi bisa dikatakan hidup di keluarga yang berkecukupan. Ayahnya memiliki usaha dagang yang cukup sukses kala itu. Namun, ‘mimpi buruk’ sepertinya mulai datang saat dirinya sekolah di tingkat SMA.

Ketika itu, Rudi mengenyam pendidikan di luar kota, jauh dari kedua orang tuanya. Dirinya mendapat kabar bahwa usaha orang tuanya gagal. Mau tak mau, dia kemudian memutuskan untuk berhenti sekolah dan pulang kembali ke rumahnya.

Sosoknya termasuk anak yang sayang kepada orang tuanya, sehingga dirinya bersedia untuk membantu ekonomi keluarga dengan bekerja. Sempat bekerja di bengkel, namun beberapa kali Rudi merasa gagal dan kecewa dengan pekerjaannya sebagai montir.

Hinaan dari orang-orang di lingkungan pun semakin keras dirasanya. Entah kenapa, sepertinya kata sukses dan berhasil itu semakin jauh dari jangkauannya. Tidak tahan dengan hinaan, Rudi kemudian mencari cara untuk bisa kaya dalam waktu singkat.

Bertanya pada satu dua orang, ada yang menyarankan untuk pergi ke dukun. Dan kebetulan di lingkungannya ada seorang dukun yang terkenal dan bisa membuat orang kaya dalam sekejab. Demi kelimpahan materi, Rudi kemudian mantap untuk mengikuti ajaran ilmu hitam tersebut.

“Awalnya saya sempat membeli sebuah jimat agar dagangan bisa laku. Saya yakin dan percaya, bahwa setelah memakai jimat ini, saya bisa cepat kaya,” tutur Rudi. “Saya mau buktikan ke orang-orang yang pernah menghina keluarga saya, bahwa kami bisa sukses.”

Setelah melakukan anjuran yang dilakukan oleh dukun untuk meletakkan jimat dalam warung, pembeli yang datang cukup banyak, barang dagangan sangat laku, dan keuntungan yang diterima juga menggiurkan. Akan tetapi hal ini tidak bertahan lama.

Beberapa pelanggan sempat komplain dan mengatakan kalau buah yang saya jual busuk, bahkan ada belatungnya. Menurut Rudi, tidak mungkin kalau buah sampai berbelatung. Karena belatung biasanya hanya ditemukan pada mahluk hewani, seperti ikan atau daging. Sedangkan barang dagangannya adalah buah. “Ada yang tidak beres,” pikirnya.

Menyadari ketidakberesan ini, Rudi tidak menghentikan langkahnya ke dukun. Hal ini justru membuatnya semakin getol memperdalam ilmu hitam. Dia kemudian menceritakan yang terjadi dan bertanya kepada gurunya kenapa hal ini bisa terjadi.

Gurunya beralasan bahwa ada yang ‘jahil’, atau ada orang yang ingin menjatuhkannya. Tidak ingin menyerah, Rudi kemudian kembali membeli jimat, kali ini sekaligus dua. Kantong berwana merah dan kuning yang dibawanya dari dukun, disebut-sebut bisa menarik pelanggan dan membuatnya berkelimpahan materi. Masing-masing jimat tadi kemudian diletakkannya di dua titik berbeda di warungnya.
Dagangannya memang ramai, namun entah ke mana keuntungannya pergi. Jangankan untuk kaya, dirinya bahkan kerap merugi, setelah membandingkan modal dan pendapatan yang didapatkan. Terus menemukan jalan buntu, Rudi sekali lagi pergi menemui gurunya dan bertanya apa lagi yang kurang? “Sebab semua peraturan sudah saya jalani. Selalu saya pikir, ada yang kurang, ada yang salah.” Satu waktu dirinya kembali berpikir, bahwa ada yang tidak beres.

Hingga suatu hari, pada saat menjalankan ritual jam 12 malam di satu kamar, sambil membaca mantra, Rudi kemudian berkata “tunjukkan jalanmu” berulang kali. “Tolong tunjukkan jalan-Mu, saya sudah jenuh hidup begini. Saya harus bagaimana Tuhan? Saya harus berbuat apa?” 

Pada saat itu, Rudi yakin bahwa Tuhan berbicara dalam hatinya. “Kembali pada-Ku.” Satu hal inilah yang ditekankan Tuhan dalam hati Rudi berulang kali. Sambil menangis dirinya lanjut bertanya pada Tuhan, “apa yang harus saya lakukan kedepannya? Tolong berikan jalan yang lurus.” Hanya satu hal ini saja yang diminta olehnya.

Jawaban yang dari Tuhan tetap dinantikannya. Berjalannya waktu, Rudi sempat drop, karena tidak pelak menemukan jalan keluar dari permasalahannya. Selain itu, rohaninya juga terasa ‘kering’ akibat terlalu lama tidak beribadah.

Hingga teman lamanya datang berkunjung. Rudi kemudian bercerita mengenai permasalahan ekonomi keluarganya dan segala upayanya yang melibatkan dukun. Mendengar itu, temannya kemudian mengajak Rudi untuk beribadah. “Saya membuka hati dan pikiran. Oke, saya memutuskan untuk ikut anjurannya.”

Dari pertemuan ibadah itu, yang paling diingat oleh Rudi adalah, “berkat Tuhanlah yang membuat kita menjadi kaya, susah payah tidak menambahinya.” Inilah yang kemudian menyadarkannya. Bahwa saat dirinya hanya mengandalkan diri sendiri maka hasilnya nihil, nol besar. “Hanya berkat dan anugerah yang dari Tuhan yang menjadikan kita kaya.”

Rudi kemudian berkomitmen dan membuang semua ilmu hitam, jimat, dan beragam pengetahuan yang dari dukun tadi. Kedepan, dirinya akan lebih mengandalkan Yesus. “Saya bersyukur kepada Tuhan yang sudah mengangkat saya dari dunia hitam yang kelam. Sekarang saya bisa menikmati berkat-berkat Tuhan yang diberikan oleh-Nya.”

BERAMBISI SUKSES, ANAK JADI TUMBAL

BERAMBISI SUKSES, ANAK JADI TUMBAL

Oleh: Suwandy dan Kho Lilie

Pasangan dengan tiga anak ini terbilang berhasil dengan bisnis komputer. Namun mereka menyembah roh-roh dengan ritual sehari-hari. Mulanya Suwandy dan Kho Lilie hanya menanyakan mengenai masalah kehidupan, namun seterusnya mereka mulai menggantungkan hidup mereka pada roh yang disembah.

Hidup dalam ketakutan, mistis, dan tidak rasional membuat mereka tidak percaya diri dan tidak punya perlindungan. Kepercayaan mereka terhadap roh-roh kegelapan semakin kuat setelah permintaan mereka agar mempunyai anak perempuan terkabulkan. Namun hal tersebut justru membuat roh-roh tersebut semakin jauh merasuki kehidupan mereka.

Pasangan ini mulai merasa bahwa setiap yang mereka lakukan, selalu ada harga yang harus dibayar. Ketika dirasa bahwa roh-roh tersebut mulai terganggu, mereka berdua sepakat untuk mencari guru spiritual lain untuk melawan roh-roh tersebut. Namun yang terjadi, ancaman datang dan anak perempuan mereka yang menjadi tumbalnya. Setelah itu, setiap tingkah laku mereka seperti diawasi.

Pada akhirnya, pasangan ini tetap mencari guru lain. Namun cara ini sebentar saja berhasil membuat hidup mereka tenang, karena setelahnya tidak ada damai sejahtera dalam hidup mereka. Suwandy dan Kho Lilie juga lebih memproritaskan ritual mereka dibandingkan anak-anaknya.

Hingga Suwandy atau biasa dipanggil Akiang mengalami pecah pembuluh darah dan harus segera menjalani operasi. Pada saat itulah saudara-saudara mereka datang untuk memberikan penguatan dan penghiburan. Bahkan Hamba Tuhan juga datang untuk mendoakan dirinya dan suaminya.

Namun, kondisi sang suami setelah operasi pun begitu menyedihkan. Akiang tidak bisa berbicara. Dirinya kehilangan fungsi motorik yang mengakibatkan dirinya tidak bisa membaca dan berbicara. Situasi ini membuat sang istri kian bingung dan membutuhkan pertolongan.

Hingga seorang Hamba Tuhan datang untuk memberi penguatan kepada Akiang dan memberitakan penginjilan tentang hidup kekal dan sukacita didalam Yesus. “Yang tadinya penuh dengan tekanan, ketakutan, sekarang sudah berubah cerah,” ungkap Jusmin sang Hamba Tuhan. “Dan saya merasakan damai yang belum saya rasakan sebelumnya. Karena itu saya mau terima Yesus,” kata Akiang.

“Akhirnya saya mulai percaya pada nama Yesus, saya mulai belajar bacakan Kitab Suci dan mendoakan suami saya. Dan saya melihat mukjizat demi mukjizat terjadi. Benar kata hamba Tuhan itu kepada saya, bahwa Yesus adalah jalan kebenaran dan hidup. Dan tidak ada seorang pun yang ke sorga kalau tidak melalui Yesus. Karena kita butuh Yesus yang telah menghapuskan dosa-dosa kita dengan darahnya yang kudus,” ungkap Lilie.
Perubahan besar terjadi pada keluarga Suwandy dan Lilie, Tuhan turut bekerja atas proses kesembuhan Suwandy. Dan saat ini dia sudah berjalan dan berkomunikasi. Keluarga dipulihkan, bisnis dan usaha terus berjalan. Keluarga mengalami sukacita dan keharmonisan yang sebelumnya belum pernah dialami, tentu dengan kehadiran Tuhan ditengah-tengah keluarga mereka.

PERCAYA KEPADA YANG BISA DILIHAT, BUKANLAH IMAN

PERCAYA KEPADA YANG BISA DILIHAT, 
BUKANLAH IMAN

Yohanes 20 : 24 – 29

Kita sudah merayakan Paskah dengan meriah dan hebat. Doa dan harapan  kita bersama, kiranya semakin banyak kita terlibat dalam berbagai ibadah maka  terjadillah pertumbuhan kualitas iman dari dalam seluruh rangkaian ibadah yang padat dan melelahkan dengan ibadah-ibadah tsb. Sebab sesungguhnya Iman tak pernah statis, tetapi dinamis. Pertumbuhan iman sejalan dengan pertumbuhan pengenalan orang akan Tuhan. Setelah Yesus bangkit dari kematian, Tomas menolak mempercayai kabar bahwa Dia hidup. Ia berkata bahwa jika ia belum mencucukkan jarinya pada bekas paku dan lambung-Nya, ia tak akan percaya (Yohanes 20:24,25). Bagi Tomas, iman harus dapat dipegang dengan tangan, dilihat dengan mata, dirasakan dengan pancaindra; rasional dan bisa dimengerti oleh akal. Tetapi, sebenarnya iman berada di atas akal, walaupun tidak bertentangan dengan akal. Percaya kepada sesuatu yang bisa dilihat, dipegang dan dirasa, sebenarnya sulit sekali untuk dinamakan "percaya". Oleh sebab itu firman Allah mengatakan: "Karena engkau telah melihat Aku maka engkau percaya, berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya". (ay.29).Apakah kita percaya karena kita melihat, ataukah kita percaya walau tidak melihat?

"Melihat berarti percaya," demikian kata sebuah pepatah kuno. Namun jika kita hanya mempercayai apa yang dapat kita lihat, maka kita tidak akan pernah mengenal atau mengalami hadirat Allah. Karena itu,  Meskipun kita belum pernah melihat Yesus, kita dapat menerima dengan iman perkataan para saksi yang dapat dipercaya. Kita menerima Tuhan yang hidup, dan kita percaya. Ketika para rekannya telah berhasil melalui fase pertumbuhan iman karena mengimani Yesus yang bangkit, Tomas masih tertinggal. Dengan ucapannya yang cenderung dramatis (bdk. Yoh.11:16), ia berkata bahwa ia tak akan percaya Yesus bangkit sebelum ia memasukkan jari- jarinya di bekas luka-luka tangan dan lambung Yesus (ayat 25). Tetapi, ketika Tuhan Yesus menampakkan diri kepadanya dan meminta Tomas untuk meletakkan jarinya di bekas luka penyaliban-Nya, tanpa melakukan itu, Tomas segera membuat pengakuan iman, “Ya Tuhanku dan Allahku” (ayat 28).

“Tuhan” (Yunani: Kyrios) berarti orang yang berkuasa penuh atas sesuatu yang menjadi milik-Nya yang sah. Penganut kepercayaan tertentu pada waktu itu memanggil dewanya kyrios. Juga orang Roma memanggil tuan tanah yang kaya, kaisar Roma, dan orang-orang berkuasa lainnya dengan sebutan yang sama. Kini Tomas menjadi orang pertama yang secara tegas dan jelas mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan dan Allah. Berarti ia mengaku bahwa Yesus bukan dewa, tuan tanah, ataupun kaisar. Yesus adalah Tuhan Allah yang berkuasa atas hidup dan mati, atas langit dan bumi, atas segala sesuatu. Para “tuhan” di dunia ini bukanlah Tuhan sesungguhnya sebab mereka bukan Allah dan mereka tidak setara dengan Yesus. Dari kondisi ragu yang sangat kritis, Tomas melangkah maju menjadi pencetus pengakuan iman yang sedemikian penting dan bagian ini menjadi puncak dari kisah-kisah pengakuan terhadap Yesus.

Seperti halnya Tomas, iman kita pun bisa mandek. Kekecewaan, kesedihan, keraguan bisa membuat orang berhenti bertumbuh, bahkan tidak yakin akan kehadiran Tuhan dalam hidupnya. Tetapi, Tuhan yang memulai iman akan menuntun kita terus agar mendewasa dalam pengenalan akan Dia (Flp. 1:6; Ibr. 12:2).Paskah adalah ibarat pelantikan Yesus menjadi Tuhan dan Allah. Marilah kita bangkit kembali dalam iman kepada Yesus. Ingat sabda-Nya yang mengatakan, “Berbahagialah orang yang tidak melihat namun percaya.”

Saat ini, banyak orang mencari pengalaman-pengalaman luar biasa untuk memantapkan iman mereka. Namun, seperti pelajaran yang telah diterima Rasul Tomas, berbahagialah mereka yang tidak melihat, tetapi percaya (Yohanes 20:29). Berbahagialah mereka yang merasa bahwa Firman Allah telah cukup sebagai jaminan.

 Kalau begitu, Orang beriman yang berbahagia adalah orang yang mendapatkan kepastian iman dengan tidak bergantung pada tanda dan pengalaman indra. Fokuskan perhatian kita pada Dia yang bangkit dalam proses pertumbuhan iman ini!~~~Amin!
Pdt. Emr. M. Jack Karmany, S.Th 

JIKA AKU MEMILIKI EMAIL

JIKA AKU MEMILIKI EMAIL


Seorang laki-laki pengangguran melamar posisi sebagai 'office boy' di Microsoft. Manajer HR mewawancarainya, kemudian melihatnya untuk membersihkan lantai sebagai ujian.
"Anda diterima bekerja. Berikan alamat e-mail Anda dan saya akan mengirimkan aplikasi untuk diisi, juga tanggal ketika Anda dapat mulai bekerja," kata Manajer HR.
Pria itu menjawab, "Tapi saya tidak punya komputer, bahkan email."
"Maafkan saya, jika Anda tidak memiliki email, itu berarti Anda tidak ada. Dan siapa yang tidak ada, tidak dapat memiliki pekerjaan," tambah Manajer HR.

Orang itu tanpa harapan sama sekali. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan, dengan hanya memiliki uang $10 di saku, Ia kemudian memutuskan untuk pergi ke supermarket dan membeli 10 kg peti tomat. Dia kemudian menjual secara keliling tomat itu dari rumah ke rumah. Dalam waktu kurang dari dua jam, dia berhasil melipatgandakan modalnya.

Dia mengulangi penjualannya secara keliling tiga kali, dan pulang dengan uang $60. Lelaki itu menyadari bahwa ia bisa bertahan hidup dengan berjualan tomat, dan dia mulai untuk pergi berjualan tomat sehari-hari dan sering pulang larut malam mendagangkan dagangannya hari demi hari.

Uang keuntungan yang didapat dua kali lipat atau tiga kali lipat dalam penjualannya sehari-hari. Tak lama, ia membeli mobil, lalu truk, dan kemudian ia mempunyai armada kendaraan pengiriman sendiri. Lima tahun kemudian, orang itu menjadi salah satu pengusaha food retailer terbesar di Amerika Serikat. Ia mulai merencanakan masa depan keluarganya, dan memutuskan untuk memiliki asuransi jiwa.

Dia memanggil broker asuransi, dan memilih rencana perlindungan. Ketika percakapan, broker bertanya tentang email yang akan dipakai untuk keperluan asuransi. Pria itu menjawab, "Saya tidak mempunyai email."
Broker itu penasaran dan ingin tahu mengapa ia tidak punya email, "Anda tidak memiliki email, tetapi telah berhasil membangun sebuah imperium perusahaan bisnis. Dapatkah Anda membayangkan apa yang bisa terjadi jika Anda memiliki email?"

~~~~~~~~Tuhan Yesus memberkati~~~~~~~~